Kamis, 11 November 2010

Jangan Jadi Pendiam

Diam, karena kehabisan kata-kata. Diam, bukan berarti tidak peka. Diam, antara tidak mengerti dan mengerti. Diam, antara pilihan ya dan tidak. Diam, perilaku yang sunyi dan kriikkkk...krikk.....;p

Saya aslinya pendiam. Tapi nggak sampai pendiam banget. Ada saatnya saya diam, ada saatnya saya 'menggila'. Sesuai sikon gituh. Saya pendiam, karena tak ingin banyak omong, takut salah dan menyakiti hati orang lain bahkan tak tahu yang harus saya ucapkan. Jadi, saya memilih diam dan menjadi pendengar yang baik.

Banyak teman saya yang pendiam di muka tapi asyik sekali setelah mengenalnya. Mereka rupanya rajin menghemat kata-kata dan mewujudkannya dalam untaian kata di diary. Jujur, saya menjadi gila ketika bertemu dengan teman-teman 'gila' juga. Konyol-konyolan pun terjadi. Saya sangat ekspresif dan tidak menjadi pendiam ketika ngomong dengan teman-teman lama yang cukup akrab. tersiksa sekali jika saya sudah diam, ingin berkata tapi kelu di lidah. Untung saja, setelah itu saya hantamkan kata-kata itu ke dalam ketikan di komp atau di diary. Setidaknya saya tak ingin jadi pendiam dalam hal mengungkapkan pendapat selama saya rasa itu benar dan dapat dibaca sama orang yang kita tujukan.

Suatu saat saya bisa tak pintar berargumen dan memilih diam. Itu bukan pilihan rasanya. Pernah kakak kelas nanya, waktu itu saya lagi makan.
"Kenapa sih cewek itu makannya pelan gituh?"
saya yang lagi makan, jawab seadanya, "karena gak sopan kak." Padahal banyak sekali argumen yang ingin aku sampaikan, saya tidak berani dan memilih kemudian diam.
"Cewek itu harus bisa mencontohkan yang baik buat semuanya. Apa kata dunia kalau dibilang cewek urakan? Ingat, cewek itu akan jadi ibu. Kalau dia aja makannnya masih amburadul gimana anak-anaknya? nggak jauh beda deh. Makanya itu, cewek itu harus mencontohkan yang baik. Wanita kalau akhlaknya nggak bener, negara inipun akan hancuur."

Saya harap, teman-teman saya yang pendiam, tidak menjadi pendiam seutuhnya.Dalam artian, pendiam di mulut bolehlah. Mungkin bingung berkata, mesti harus mengucapkan yang bagaimana ya? supaya tidak nyelekit di muka dan terlihat bodoh? Menulis. ya tulis apa yang ingin kamu katakan. Tidak heran toh, pendiam tapi pintar di mapel. Itu yang saya maksud, tidak menjadi pendiam seutuhnya. Kemudian, pendiam yang nyata kerjanya, tidak sediam orangnya. 

Jangan jadi pendiam...seutuhnya