Senin, 03 Januari 2011

About Dating

Mengatur kapasitas cinta yang sebenarnya
"Dan janganlah kamu mendekati zina; sesungguhnya zina itu adalah suatu perbuatan yang keji dan suatu jalan yang buruk. (QS Al-Isro : 32)


Tahu nggak siih? aku itu kecewa banget sama kamu teman...

Hari itu, aku ke rumahmu. Kita berbicara seru tentang segala hal yang terjadi di sekolah. Serasa punya sahabat dekat^.^ Kita berbicara bagaimana teman2 pada pacaran dengan kakak kelas atau sebaliknya. Suatu topik yang menarik di bahas untuk usia kita. Atau membahas kegiatan yang kita ikuti yang lagi huru hara sana sini. Ketawa bareng dan serius bareng. Suasana tetap dingin bersahaja siang itu, karena terus ketiup dinginnya AC. hoho. Ngobrol tentang seseorang. Bagaimana dia berusaha menasehati teman2 kita supaya tidak pacaran. Karena pacaran itu dalam islam tidak ada kecuali setelah menikah. Jadi teman2 kita yang udah berpasangan pada takut status mereka tersebar sampai terdengar ke telinga orang itu. Hahahhaa ini takut dosa atau malah takut sama dia ya?? hehehe. Mudah-mudahan karena takut kepada Allah SWT.

Kemudian, santer terdengar di sana sini, kalau kamu pacaran. Ya setelah dia pergi jauh meninggalkan sekolah kita. Aku memang sudah perasaan dari jauh hari, bahwa cowok itu adalah si C. Tidak ada rasa cemburu di hati. Hanya rasa kecewa yang mendalam. Kata2 dulu yang kamu ucapkan untuk tetap istiqomah di jalanNya. Ketika kutanya akan kebenaran berita itu, kau menjawabnya dengan kata2 yang sangat gembira. Layaknya orang yang selalu gembira setelah punya pacar. Kemudian aku tanya si C, ternyata benar, mereka jadian. Ncuuuss deh. Aku jadi ilfill sama kalian berdua. Padahal kalian adalah teman-teman yang aku banggakan untuk tetap menjadi teman. Sekarang, mau deket sama si C jadi nggak enak, takutnya kamu cemburuan. Semua rasanya menjadi sangat terbatas. Si C yang juga terkadang bersamaku, jadi tak punya waktu untuk itu. Huuufffhh ... kan nggak enak, nggak ada yang ngelucu dan bagi ilmu. Tapi ya sudahlah. Huuffhh*meluk bantal

Nah aku punya cerita neh. Dulu pas aku mau bikin SIM A, aku ditemani sama kakak cowok. Biasalah agak jadi manja gituh deh. Jadi rameh di kantor polisi. Ketika dipanggil petugas, aku nggak denger. Terus dibentak, "Makanya jangan pacaran mulu!" sama salah satu polisi. ihh aku malu sekali. Pengen sekali bilang, "This is my brother! He's not my boyfriend, you know hah!!?". Tapi ndak jadi karena aku marah sekali jadi hanya diam cemberut abis. Enak sekali dia bilang pacaran. pacaran dari hongkong!! Sepanjang ambil SIM aku cemberut mulu, meski nama di kartu SIM A salah aku cuek. Biarin! Sampai sekarang aku muak ketemu sama polisi-polisi dodol itu. Cuuh ngapain ketemu! untung sampai sekarang nggak pernah kedapatan razia. Padahal pengen kena. Huuh bukan rezekiku mungkin. Sampai sekarang jadi males ketemu polisi!! Masih jengkel maaaaakk. Makanya sampai sekarang males jalan ma kakak cowok. Mending sama cewek atau jalan2 sendiri. ALONE

Aku tidak terbiasa dengan pacaran. Meski ortu tidak pernah melarang hal ini. Tapi aku tidak terbiasa. Aku masih ingat dengan pertanyaan Ayah kepada teman2 cewekku, "udah punya cowok belum?" ihik serasa disindir deh. Bahahahahhaaa. Mungkin juga aku dikira aneh ya, dimana sepupuku udah punya pacar dan kepergok pacaran dan dimarahi. Untung aja aku tidak demikian. Aku ingin menjaga perasaan Ayah dan Ibuku. Aku tidak rela perhatianku yang sedikit untuk mereka direnggut untuk yang lain. udah cukup heu. Apalagi om dan tanteku juga sering menggodaku tentang 'udah punya cowok belum?' -____-  isshh paling males deh. Pergi ke sekolah malah dikira mojok -___- ammpyuun beuh! Alhamdulillah sampai sekarang Ayah masih percaya denganku ketika aku pergi seharian untuk mengisi kegiatan di luar rumah. Tidak pernah ditelpon sesering mungkin hanya untuk memastikan anak gadisnya ini keluyuran ndak jelas dan berbohong. Syukurnya jarang. Ya karena Ayah telah memberi kepercayaan untukku. Dan aku harus menjaganya:)

Aku bisa merasa sangat disayangi ketika orang2 di dekatku. Entah ketika itu aku cewek sendiri. diantara cowok2, itu semua karena aku merasa dilindungi. Jadi saya bisa mendapatkan semuanya tanpa harus pacaran. Aku tahu pacaran itu tidak boleh kecuali setelah menikah. Sedih deh kalau ada yang bertengkar dan caci maki hanya karena pacaran, atau malah putus hubungan dengan mantannya. Haduh pacaran utk hidup ato hidup utk pacaran yak?? seperti di lagu, kan tidak harus memiliki toh.

Bukan merasa paling beriman, alim, dan pintar ya jadi ngomong pacaran itu ndak boleh. Memang jelas2 ndak boleh dalam islam lho. Agak iri juga ngelihat teman-teman pada punya gebetan. Tapi aku mikir, ngapain iri sama org pacaran? nehi lah yaww. Ngurus diri sendiri aja acakadut, bagi waktu aja blegedes --" Semoga Allah melindungi kita semua dari godaan syetan:) Keep istiqomah teman2. Manfaatkan waktu meraih cita-cita menuju surga:)

Waktunya mencari teman seperjuangan di jalanNya:)